Review Kurikulum SaIG: Menguatkan Arah Keilmuan dan Menjawab Tantangan Dunia Kerja

Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) Fakultas Geografi UMS mengadakan Diskusi Review Kurikulum pada Senin, 11 November 2025 melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kurikulum SaIG tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Geografi, Jumadi, Ph.D, yang menyampaikan bahwa diskusi ini berfokus pada penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan tuntutan kompetensi di lapangan. “Dengan adanya review kurikulum, diharapkan kita dapat menyusun kurikulum yang lebih baik dan lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Jumadi.

Pada sesi review kurikulum, Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc. memberikan sejumlah catatan penting, mulai dari penajaman fokus profil lulusan, konsistensi CPL, hingga koherensi antara mata kuliah dan capaian pembelajaran. Beliau juga menekankan pentingnya penyesuaian beban teori dan praktikum, serta memastikan skema magang benar-benar sesuai dengan kompetensi mata kuliah konversi.

“Perlu dipastikan betul oleh prodi bahwa kompetensi magang sesuai dengan kompetensi pada MK konversi. Selain itu, MK Konversi Magang tetap harus bisa terselenggara untuk mengakomodasi mahasiswa non-magang yang ingin mengambil mata kuliah tersebut,” terang Guru Besar Geografi UGM yang akrab disapa Prof. Prama.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam akreditasi ASIIN, aspek yang dinilai bukan hanya dokumen kurikulum, tetapi juga keberlanjutan proses pembelajaran, termasuk mekanisme remedial, seleksi mahasiswa baru, pengembangan karir mahasiswa, hingga akses layanan bagi penyandang disabilitas.

Masukan berikutnya disampaikan oleh Aris Dwi Wahyu Rahmadhana., S.Si., M.Sc., Direktur CV Geo Art Science. Beliau menyoroti perlunya penajaman fokus profil lulusan SaIG, penguatan fasilitas prodi, serta peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang spatial data science dan visualisasi data. “Kita harus jujur melihat kebutuhan industri. Kemampuan software dan data spasial itu wajib kalau ingin bersaing,” jelasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya branding prodi, penyesuaian tools dengan standar industri, serta kejelasan arah keilmuan SaIG. Apakah lebih diarahkan pada integrasi teknologi atau analisis wilayah. Terkait kerja praktek, ia menilai bahwa durasi satu bulan masih kurang dan idealnya diperpanjang menjadi 3–6 bulan agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.

Diskusi berlangsung hangat dan menghasilkan banyak masukan berharga bagi Prodi SaIG. Seluruh saran akan menjadi bahan evaluasi untuk memperjelas profil lulusan, menyempurnakan struktur kurikulum, serta memperkuat fasilitas pendukung, termasuk rencana pembangunan laboratorium khusus SaIG.

Melalui kegiatan ini, Prodi SaIG UMS berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di industri geospasial.

Berita Lainnya

Scroll to Top